Nias: Dengan Sejuta Budaya Lisan

Nias merupakan salah satu suku asli asal Indonesia yang masyarakatnya berada di sebuah pulau yang punya keindahan yang luar biasa, tepatnya sebelah barat daya pulau Sumatera. Saat ini, Nias atau dalam bahasa lokal disebut dengan "Tanӧ Niha" telah mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan pemekaran empat kabupaten dan satu kota madya.



Jagalah identitas leluhur


Kabupaten dan kota tersebut ialah Kabupaten Nias (induk), Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunungsitoli. Banyaknya dialek dan aksen dalam berbahasa Nias kadang terasa beragam dan terdapat perbedaaan dalam berbicara. Namun nyatanya masyaraat Nias masih mampu mengerti dan bahkan memahami dalam berkomunikasi satu sama lain.
Banyak nya anak muda yang lebih fasih dalam berbahasa Indonesia dan bahakan sudah mulai banyak yang menguasai bahasa internasional seperti bahasa Inggris menjadi salah satu masalah yang cukup serius bagaimana kita sebagai masyarakat mampu mempertahankan bahasa daerah kita.
Berbagai upaya yang dilakukan oleh para terdidik dalam melestarikan bahasa Nias agar tetap terjaga yaitu dengan menciptakan lagu-lagu dalam bahasa Nias serta menyisipkan bahasa Nias sebagai muatan lokal disekolah-sekolah Nias.
Upaya lain yang akhir-akhir ini dapat dikatakan sebuah capaian yang luar biasa ialah dengan disusunya buku Kamus Nias-Indonesia. Kamus ini merupakan karya masyarakat Nias sendiri yang disusun dengan berbagai kerja keras oleh Dr. Sitasi Zagoto, M.A. Beliau merupakan sosok motivator dan juga inspirasi bagi generasi muda.

Kamu ini merupakan salah satu upaya menjaga bahasa nias yang tertuang dalam lisan karena leluhur Nias tidak mengenal aksara. Melalui kamus, maka budaya lisan Nias dapat disimpan dalam bentuk tulisan. Besar harapan kedepannya agar bahasa Nias tetap terus terjaga keasliannya ditengah pengaruh kemajuan dalam bidang pariwisata utamaya. Di lain sisi perlu juga kesadaran masyarakat utamanya dalam lingkup keluarga, sekolah dan lingkungan yang lebih luas lagi.
Kita sebagai bangsa sejuta kekayaan budaya bukan menolak perkembangan dan kemajuan global namua kita juga punya identitas, dan itu adalah harga diri kita. Maka marilah kita saling menjaga dan melestarikannya agar jati diri kita tetap melekat dan ersejarah dalam dunia ini.
Saohagӧlӧ (terimakasih) telah membaca tulisan ini.......